Fenomena Quiet Quitting, Kerja Seperlunya Yang Seharusnya Kita Coba

quiet quitting
Sumber : Qubisa

Fenomena Quiet Quitting, pernahkah kamu merasa kamu melakukan pekerjaan seperlunya saja ?

Dunia psikologi memperkenalkan tentang Quiet Qitting, yakni sebuah pedoman kerja seperlunya agar tetap waras.

Quiet Qitting dianggap sebagai pekerja yang berani meninggalkan  Hustle culture. 

Hustle Cultue  merupakan sebuah tekanan untuk bekerja lebih banyak dan lebih sibuk dari orang lain, namun dianggap sebagai hal yang wajar dan biasa saja.

Menurut psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space Veronica Adesla belum ada definisi baku dari istilah quiet quitting. Namun menurutnya salah satunya adalah perilaku membatasi diri dalam bekerja secara sehat untuk membantu mengurangi burnout.

Gagasan quiet quitting ini secara konkret berbentuk kebiasaan bekerja seperlunya, menolak lembur serta tidak adanya keinginan mengejar karir. Lagi, gagasan berhenti diam-diam ini dapat berdampak buruk pada kinerja perusahaan

Orang yang memiliki pandangan ini berpendapat dengan masuk kerja dan bekerja sesuai job desk sudah berperan pada perusahaan. Mereka tidak perlu bekerja lebih banyak atau lebih sibuk karena dia juga menolak gagasan hidup untuk kerja.

Fenomena quiet quitting di dunia kerja timbul akibat jam kerja pada masa pandemi yang tidak teratur dan berantakan. American Psychological Association menyebutkan kelelahan dan stres para pekerja saat pandemi memuncak

Quiet quitting bahkan disebut-sebut sebagai respons dari gagasan great resignation. Hal ini berdasarkan fenomena naiknya jumlah para pekerja yang mengundurkan diri setelah pandemi Covid-19. Sedikitnya ada 20% pekerja yang merencanakan untuk mengundurkan diri di Inggris. Mereka kemudian mencari kondisi kerja yang lebih memuaskan dan upah yang mereka anggap lebih baik.

Quiet Quitting bisa jadi berdampak negatif kepada seseorang jika dilakukan berlebihan.

Quiet qutting diartikan sebagai membatasi diri hanya untuk melakukan pekerjaan yang menjadi job desk nya tanpa mau mengembangkan diri lebih dengan belaar hal-hal baru.

Alasan Melakukan Quiet Quitting 

Tidak mendapat sesuatu yang diinginkan

Biasanya seseorang yang melakukan quiet quitting kecewa karena pada tempatnya bekerja ia tidak mendapatkan sesuatu yang ia inginkan seperti kenaikan gaji atau promosi jabatan

Seringnya bekerja hingga kelelahan menyebabkan seseorang enggan melakukan quiet quitting karena ia menjadi tidak memiliki banyak waktu untuk kehidupan pribadinya.

 Teman kerja yang toxic

Perlakuan toxic dari rekan kerja bisa berupa ucapan atau perbuatan, misalnya meremehkan, menghakimi, tidak menghargai, provokator, menyuruh-nyuruh, bullying, pelecehan, memanfaatkan, dan manipulatif. Selain itu, membuat drama dan gosip juga termasuk ke dalam ciri rekan kerja yang beracun.

3 Dampak positif melakukan quiet quitting

Ada beberapa dampak positif jika seseorang melakukan quiet quitting di tempat bekerja merangkum dari situs alodokter.com berikut adalah daftarnya.

Tidak mengalami burnout

Bekerja hingga kelelahan membuat seseorang mengalami burnout hingga bisa menyebabkan depresi hingga penyakit lainnya. Jika seseorang melakukan quiet quitting tentu saja ia bisa menghindari terjadinya burnout dalam bekerja.

Pola hidup lebih sehat

Terlalu lama di tempat kerja memacu seseorang untuk bekerja terus menerus hingga tidak memikirkan kesehatan. Jika bekerja seperlunya, maka pola hidup yang lebih sehat bisa lebih mudah diterapkan.

Memiliki lebih banyak waktu

Jika selalu pulang tepat waktu dan tidak membiasakan diri bekerja di luar job deskripsinya maka seseorang akan lebih mudah mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk dirinya sendiri atau keluarganya.

Quiet Quitting bisa jadi berdampak negatif kepada seseorang jika dilakukan berlebihan.

Walaupun memiliki dampak positif, quiet quitting juga bisa menimbulkan efek negatif karena dapat menjauhi diri seseorang dari pencapaian maksimal di tempat kerja. Seperti kenaikan jabatan atau gaji. Karena itu perlunya keseimbangan agar bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.