4 Negara Yang Memiliki Kasus Bunuh Diri Tertinggi di Dunia

Bunuh diri
Sumber : Koranbernas

Kesehatan mental menjadi trend yang banyak di populerkan masyarakat hari ini. Hal ini menjadi kabar baik karena masyarakat sudah aware terhadap penyakit mental yang ada di sekitarnya.

Ketika aware dengan permasalahan Kesehatan mental berarti masyarakatnya telah membantu mengurangi kasus bunuh diri  yang ada.

Read More

Bunuh diri terkadang menjadi solusi atas masalah yang sedang dihadapi oleh beberapa orang, hal ini dikarenakan ia merasa bahwa bunuh diri adalah penyelesaian masalah.

Pada beberapa negara, masih terdapat kasus bunuh diri dengan alasan yang kompleks, salah satunya adalah soal ekonomi. Berikut data kasus bunuh diri yang dirangkum dari beberapa sumber :

 4 negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia

1. Lithuania

Siapa sangka bahwa negara dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa ini merupakan negara dengan indeks angka bunuh diri tertinggi di dunia?

Negara Republik Lithuania yang merupakan bagian dari benua Eropa ini memiliki tingkat bunuh diri tertinggi dengan angka yang mencapai 31,9 per 100.000 populasi/jiwa.

Dilansir dari youtrripragent.com, cuaca Lithuania yang bersifat depresif, kondisi kehidupan yang kadang-kadang keras, alkoholisme, dan perubahan radikal setelah runtuhnya Uni Soviet adalah alasan utama mengapa begitu banyak orang di Lithuania memilih untuk mengakhiri hidup mereka terlalu cepat.

2. Rusia

Negara terluas di dunia dengan total wilayah sebesar 17.125.200 km persegi ini merupakan negara yang masuk lima besar dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia. Kasus bunuh diri di negara berpenduduk 146 juta jiwa ini mencapai angka 30 per 100 ribu populasi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian bunuh diri di negeri bekas Uni Soviet ini. Mulai dari depresi, masalah ekonomi, kesenjangan sosial, kriminalitas, dan lain sebagainya.

3. Guyana

Guyana menjadi negara ketiga dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Berbagai macam alasan menjadi faktor masyarakat Guyana lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Beberapa alasan yang sering ditemui adalah depresi, pemerkosaan, kemiskinan, penyakit kronis atau tak dapat disembuhkan, minim keterampilan karena rendahnya pendidikan, pengangguran, serta perang saudara.

Alasan yang paling mengejutkan mengapa tingkat bunuh diri di negara tersebut sangat tinggi adalah karena tindakan sihir. Tindakan sihir tersebut disebutkan sering kali membuat orang melakukan tindakan tak lazim di luar kesadarannya.

Jika di rata-rata, dalam sepuluh tahun terakhir Guyana memiliki angka indeks bunuh diri yang sangat tinggi, bahkan melebihi Korea Selatan dan jepang

4. Korea Selatan

Meskipun menjadi negara maju dan sebagian besar masyarakatnya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, Korea Selatan masuk salah satu negara dengan kasus bunuh diri tertinggi di dunia. Pelaku bunuh diri di Korea Selatan umumnya berusia 10 sampai 30 tahun, bahkan banyak dari kalangan selebritis. Dalam beberapa kasus ada pula pelaku bunuh diri yang berusia di atas 60 tahun.

Kebanyakan kasus bunuh diri yang terjadi di Korea Selatan dipengaruhi oleh faktor depresi, baik itu dalam hal pekerjaan, pendidikan, karier maupun keluarga.

Jurnal sains dalam NCBI (National Center of Biotechnology Information) mencatat bahwa, tingkat bunuh diri di negara berpenduduk hampir 52 juta jiwa ini mencapai hampir 26 per 100 ribu populasi pada tahun 2018 silam, dan angka ini bertambah pada tahun berikutnya. Ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara lima besar dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia.

Para ahli mengatakan penyebab bunuh diri sangat kompleks, tidak hanya karena masalah kesehatan pribadi dan mental tetapi juga terkait dengan faktor ekonomi dan tekanan sosial. Fakta ini salah satunya terlihat dari laporan tentang sejumlah artis dan influencer Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.