Demi Konten, Zavilda Menjual Agama Sebagai Pembenaran

agama
Sumber : DetikNews

Agama seringkali dijadikan pembenaran oleh sekelompok orang untuk membenarkan pandangannya. Hal ini yang dilakukan oleh Zavilda, pemilik akun Youtobe yang viral sebab ia memaksakan hijab kepada perempuan yang tidak memakai hijab dengan alasan agama.

Zavilda memaksa perempuan untuk menutup aurat viral di media sosial dan memantik beragam komentar dari masyarakat.

Video eksperimen sosial itu beredar luas di Twitter sejak beberapa hari lalu. Video yang beredar di Twitter merupakan potongan video dari akun YouTube Zavilda TV yang dibubuhi keterangan ‘CEWEK S3XY MIRIP ARTIS VIA VALLEN PAKAI HIJAB & CADAR, KOK NANGIS?’.

Konten Youtobe yang dimiliki oleh Zavilda memang berisikan eksperimen yang terkesan menjual agama, seperti; memaksa perempuan untuk berhijab, diceramahi karena membuka aurat, dan parahnya ia menanyakan agama orang yang tak dikenal.

Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan (atau sejenisnya) serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan.

Agama dan Perempuan

Indonesia menjadi negara demokrasi dengan beragam pemeluk agama yang ia percayai. Yang dikecam para masyarakat adalah bentuk ceramah yang dilakukan zavilda. Zavilda bertanya hal-hal privasi yang seharusnya tidak ditanyakan kepada orang lain, apalagi di kontennya, Zavilda melakukan wawancara kepada orang yang ditemuinya pertama kali.

Selain itu, Zavilda melakukan objektifikasi, memaksa orang lain, mengintimidasi dan mengontenkan tanpa ijin dengan tujuan komersil.

Diantaranya konten-kontennya berjudul tentang, “sexy tatoan insyaf karena takut mati”, “tutupin aurat artis sexy celine Angelista”. Jika dilihat dari sudut pandang penamaan judulnya seperti mencari kepopuleran dengan mengganggu orang.

Esensi dakwah  adalah mengajak, bukan memaksa. “Substansi risalah kenabian adalah menyempurnakan perilaku akhlak, bukan menumpahkan darah orang yang berbeda dengan kita. Allah SWT sengaja membuat kita beda, karena kita dicipta dengan penuh kelemahan dan kekurangan.

Berdakwah kadangkala dicampakkan, kita lebih memilih berapi-api, walaupun rasa persaudaraan, kemanusiaan, dan cinta kita terhadap sesama dikorbankan. Kita merasa mulia dengan merendahkan orang lain adalah salah satu buruknya retorika, metode,  dan pola dakwah masa kini.

Zavilda membawa nama agama dalam dakwahnya sebagai tameng bahwa agama yang ia anut, islam, adalah agama yang paling benar. Setiap pemeluk agama akan membenarkan setiap agama yang ia anut, hal itu tidaklah salah.

Meski berbeda-beda, semuanya mengajarkan; melakukan kebaikan sebanyak mungkin, dan tidak melakukan kejahatan, sebisa mungkin, dengan kebenaran sebagai sumber utamanya. Supaya dapat terjalin hubungan yang sama baik, baik dengan sesama (hubungan horizontal), maupun dengan Tuhan (hubungan vertikal).

Agama, meski berbeda-beda, mereka sama-sama mengajarkan kebaikan, dengan sumber kebenaran. Supaya dapat mendekatkan diri manusia kepada Sang Pencipta. Semua agama berposisi setara, tidak ada yang paling tinggi, paling rendah, paling salah, atau paling benar Jika agama hanya menjadi sumber pembenaran, maka ia akan menjadi sebuah kesesatan, yang dapat berdampak negatif bagi kehidupan.

Yang dilakukan Zavilda dalam konteks berdakwah adalah ia mencerahami dan memaksa orang tak dikenal agar sama dengannya, salah satunya adalah menutup aurat. Zavilda menjual agama dengan tujuan ingin membuat orang lain agar tidak melakukan dosa.

Niat yang baik tetapi salah tempat, mungkin ini hal yang cocok untuk konten Zavilda, hal itu dikarenakan Zavilda  masih memeluk dengan   kategorisasi agama sebagai pembenaran.

Agama bukanlah suatu pembenaran bagi pemeluknya,  tetapi agama adalah kebenaran yang mutlak.

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.