Review Mencuri Raden Saleh : Perjuangan dan Persahabatan

Mencui Raden Saleh
Sumber : Wikipedia

Lukisan Raden Shaleh yang dicuri dalam film bioskop berjudul, “Mencuri Raden Saleh”, sukses memberikan film yang bagus dan digandrungi banyak masyarakat. Hal ini terbukti dalam 4 hari penayangan film, penonton telah mencapai 300.000 ++.

Review mencuri raden saleh ini memuat tentang persahabatan, konflik orang tua-anak serta perjuangan yang dilakukan dalam mendapatkan uang.

Film yang bertemakan anak muda yang memiliki misi mencuri lukisan raden saleh. Pencurian yang dilakukan para sekelompok anak muda tentu bukan karena iseng semata, tetapi ada hal lebih besar, yakni pengorbanan.

Sepanjang film mencuri raden saleh akan banyak kita temui konflik anak muda serta kenakalan yang wajar seperti; balapan, judi. Pemeran di film mencuri raden saleh  terdapat Piko sebagai The Forger yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda sebagai Ucup (The Hacker), Rachel Amanda sebagai Fella (The Negotiator), Aghniny Haque sebagai Sarah (The Brute), Umay Shahab sebagai Gofar (The Handyman), dan Tuktuk berperan sebagai The Driver, yang diperankan oleh Ari Irham.

Review Mencuri Raden Saleh

Film ini cukup menarik minat masyarakat sebab film ini memberikan hal-hal yang dikemas apik. Sebagai penikmat drama korea, menonton mencuri raden saleh cukup menyenangkan, karena terdapat hal-hal yang memang sebelumnya jarang sekali ditampilkan di film-film Indonesia.

Salah satunya adalah ketika Angga Yunanda berperan sebagai Hacker yang mampu meretas sistem negara bagian data. Kalau kita sering menonton drama korea, tentu saja ketika menonton mencuri raden saleh akan terasa vibes drama korea.

Selain itu terdapat Iqbal Ramadhan sebagai Piko yang digambarkan sebagai mahasiswa akhir yang hanya memiliki tugas akhir yang harus diselesaikan. Lebih dari itu, Piko memiliki ketidakberuntungan dalam hal ekonomi dan orang tua, sebab ibu Piko telah meninggal dan bapak Piko dipenjara karena kasus pembobolan bank.

Setiap minggu, Piko selalu berkunjung ke lapas untuk mengunjungi bapaknya yang ada di penjara. Waktu berbincang  saat berkunjung, Piko berbicara bahwa ia ingin bapaknya bebas dipenjara karena ia percaya bapaknya tidak salah untuk kasus pembobolan bank yang terjadi.

Pada akhir perbincangan, bapak Piko membalas pernyataan Piko tentang keinginan anaknya untuk membebaskannya, lantas bapaknya bicara bahwa jika bapaknya bisa bebas harus dimulai dengan membuka kasus dengan membawa pengacara dan membayar sebesar 2 milyar.

Setelah berkunjung dari lapas, Piko bercerita kepada dekatnya, ucup, bahwa ia membutuhkan 2 milyar untuk membebaskan bapaknya. Dengan keahlian yang dimiliki oleh Piko, Ucup menyarankan untuk membuat duplikasi 3 lukisan yang berbayar mahal.

Ide yang diberikan ucup tidak serta merta diiyakan oleh Piko, sebab piko ternyata  ditawari untuk membuat lukisan raden saleh yang dibayar sebesar 2 milyar. Ya, harga yang bisa membebaskan bapak Piko dari dunia gelap, Penjara. Kalaupun dalam kondisi ini Piko memiliki banyak uang dan koneksi, agaknya Piko tidak perlu melakukan duplikat lukisan.

Aksi intrik pelik yang ditampilkan saat berjalannya film yang sejalan dengan makna lukisan penangkapan Pangeran Dipenogoro, Raden Saleh. Pencurian yang dilakukan dalam rangka membebaskan jiwa yang tak salah di penjara membuat pengorbanan yang tidak mudah.

Film yang membuat kita sadar bahwa uang adalah segalanya dan segalanya butuh uang. Menjadi orang kecil; miskin tidaklah menyenangkan di negeri Wakanda ini. Sebab orang miskin selalu terhalang koneksi, uang, relasi. Orang kaya bebas melakukan apapun karena ia terdapat kesempatan, sedangkan tidak bagi orang kecil.

Film yang juga  menyajikan tentang perjuangan seorang anak-anak muda yang mencari uang untuk kebutuhan masing-masing. Dengan tujuan masing-masing itu yang membuat film ini menjadi rekomendasi untuk kalian tonton.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.