Stigma Ungu : Warna Yang Diidentikkan Dengan Janda

Ungu
Sumber : Perempuan

Pasti kita semua tidak asing dengan stigma, “ih warna ungu kayak janda”, atau nggak kata-katanya gini,” kamu suka warna ungu hati-hati jadi janda lho”.

Ungu mendapat Stigma ini sudah lama ada di masyarakat, dan tentu saja kita sebagai yang orang yang sering mendengarkan celotehan seperti itu pasti heran. Kok bisa, ya, ungu diidentikkan dengan janda ?

Read More

Ungu identik dengan janda. Tapi alangkah lebih baiknya  kata janda diganti dengan ibu tunggal. Presepsi kata “janda” memang terbentuk karena budaya patriaki yang masih merajalela.

Nah, lebih lanjutnya mari kita simak artikel yang menjelaskan mengapa ungu mendapatkan stigma.  .

Mengenal Warna Ungu

Pada dasarnya, ungu adalah warna penuh ketenangan yang merupakan percampuran antara warna merah dan biru. Zaman dahulu, para bangsawan justru menggunakan warna ungu sebagai pakaian kebesarannya.

Berbeda dengan Indonesia yang menganggap ungu sebagai warna ibu tunggal,  Thailand menganggap warna ungu dipercaya sebagai simbol kesedihan. Beberapa negara di Eropa memiliki persepsi lain dan menganggap ungu sebagai tanda kemakmuran atau kejayaan.

Melansir berbagai sumber, adapula negara yang menganggap ungu sebagai warna pengorbanan dan kematian. Jika berkaca dari pemahaman masyarakat Indonesia, ungu disebut warna ibu tunggal, karena mencerminkan kesedihan dari para perempuan yang telah ditinggalkan oleh para suaminya.

Warna ungu sendiri, adalah warna pertama yang dibuat oleh seorang pria, kemudian dinamakan sebagai Mauveine karena terbuat dari batu bara. Resep warna ungu ini disebutkan ditemukan oleh pria bernama William Henry Perkin pada 1856.

Namun, logikanya warna ungu sebenarnya tidak cocok jika melambangkan para istri yang ditinggal suami saja. Pasalnya, tidak cuma perempuan saja yang merasa sedih dan kesepian apabila ditinggalkan oleh pasangan yang mereka cintai dalam hidupnya.

Stigma Ungu

Sampai hari ini warna ungu yang identik dengan ibu tunggal hanyalah sebuah mitos yang berkembang pesat di masyarakat.

Belum diketahui apa makna sebenarnya warna ungu bagi masyarakat Indonesia. Yang jelas pengertian ungu identik dengan warna janda adalah mitos dan semuanya tergantung dari persepsi Anda masing-masing.

Dilansir dari kumparan.com, pada masa pemerintahan Ratu Inggris Elizabeth I, warna ungu dinobatkan sebagai warna terhormat bahkan sampai dikeluarkan regulasi resmi dari kerajaan bahwa warna ungu hanya boleh digunakan oleh anggota kerajaan. Fakta unik lain juga menyebutkan bahwa Ratu Elizabeth I dikenal sebagai “The Virgin Queen” (Ratu Perawan), “Gloriana”, atau “Good Queen Bess” karena dikenal sebagai ratu yang belum pernah menikah sama sekali selama hidupnya, walaupun hanya beberapa kali sempat berpacaran.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sebagian masyarakat negara Slovenia mempercayai mitos, jika mempelai perempuan  memakai warna ungu sebagai gaun pernikahannya maka umur pernikahan pasangan itu tidak akan langgeng. Mitos ini diperluas dengan anggapan warna ungu identik dengan luka memar.

Hal ini kemungkinan terjadi ketika KDRT dalam rumah tangga, dan biasanya yang menjadi korban KDRT adalah seorang istri. Dari berbagai alasan itulah yang mendasari mengapa warna ungu kerap diidentikkan dengan ibu tunggal atau janda.

Dibalik stigma dan hal-hal yang menarik dari warna ungu, pemaknaan makna datang dari manusia, itu sebabnya jika terdapat yang membuat makna ungu sebagai representasi janda maka itu berasal dari makna yang orang-orang Yakini.

Selain itu, warna ungu sekarang di era modern sudah mendapatkan tempat dalam fashion yang digandrungi oleh anak muda Indonesia.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.