Komunikasi Asertif : Komunikasi Yang Perlu Diterapkan

Asertif
Sumber : MDI Tack

Komunikasi merupakan hal penting dalam bermasyarakat, karena hal itu berkaitan dengan interaksi dengan orang lain.

Komunikasi merupakan sebuah teknik yang digunakan oleh seseorang dalam membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Cara berkomunikasi yang baik  yaitu mengkomunikasikan segala pendapat, luapan perasaan, gagasan, atau pikiran yang tercurahkan dengan kata lain komunikasi dapat menjadikan individu bisa mengungkapkan dirinya, atau dapat mengekspresikan diri.

Mengenal asertif yang merupakan hal yang perlu dimiliki oleh semua orang

Semua itu dapat dilakukan ketika mampu jujur dan terbuka.

Namun kenyataannya banyak orang masih belum bisa berperilaku serta berkomunikasi sdengan baik, mungkin dikarenakan sudah takut duluan sebelum ngobrol, misalnya terdapat karyawan dipanggil oleh boss, karena takut ia  tak berterus terang saat menjawab.

Salah satu komunikasi dan perilaku  yang baik digunakan di masyarakat adalah komunikasi dan perilaku asertif

Komunikasi asertif

Perilaku asertif adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain, secara tepat, jujur dan terbuka tanpa merugikan pihak-pihak yang lainnya.

Orang yang kurang asertif atau tidak asertif adalah remaja yang memiliki ciri-ciri terlalu mudah mengalah atau lemah, mudah tersinggung, cemas, kurang yakin terhadap dirinya sendiri, sukar melakukan komunikasi dengan orang lain dan tidak merasa bebas untuk mengungkapkan masalah serta hak-hak yang diinginkannya.

Beberapa Manfaat Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif mengandung sikap kesanggupan individu untuk dapat berempati melalui komunikasi verbal dan non verbal.

Sikap ini akan mendorong untuk mampu bersikap yang tegas, yang dapat diungkapkan secara langsung namun tidak menyinggung perasaan orang lain termasuk dalam menolak melakukan perilaku menyimpang dari pengaruh teman sebayanya.

Penyebab orang terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, tawuran dan seks bebas, karena ketidak mampuan dalam bersikap asertif sehingga kepribadiannya menjadi lemah, dan menyebabkan sering terjerumus kedalam hal-hal yang bersifat negatif.

Perilaku asertif dibutuhkan  terlebih apabila seorang remaja berada dalam lingkungan yang kurang baik seperti lingkungan perokok atau pecandu narkoba, pada satu sisi seorang remaja tidak ingin kehilangan teman dan pada sisi lainnya seseorang tidak ingin terjerumus pada hal-hal negatif.

Tidak semua individu dapat berkomunikasi asertif. Hal ini disebabkan karena tidak semua anak remaja laki-laki maupun perempuan sadar bahwa mereka memiliki hak untu berkomunikasi asertif. Banyak pula anak remaja yang cemas atau takut untuk berperilaku asertif, atau bahkan banyak individu.

Selain itu, orang yang kurnag terampil dalam mengeksperisikan diri secara asertif ,  Hal ini mungkin mendapatkan pengaruh dari latar belakang budaya keluarga dimana diri kita tinggal,

Urutan anak tersebut dalam keluarga, pola asuh orang tua, jenis kelamin, status sosial ekonomi orang tua atau bahkan sistem kekuasaan orang tua

Perilaku asertif merupakan perilaku yang dapat dikembangkan dalam diri individu,hal ini dikarenakan perilaku asertif bukan merupakan perilaku bawaan sejak lahir, melainkan perilaku yang dapat dikembangkan dari proses belajar yang di dapat oleh setiap individu.

Perilaku asertif  terbentuk karena adanya penghargaan diri (self esteem) yang positif terhadap dirinya yang dapat menumbuhkan keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu sangat berharga dan apa yang diharapkan oleh remaja dapat dipenuhi dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya

Ketika seseorang  tidak memiliki perilaku asertif maka seseorang ersebut tidak akan mampu mengungkapkan pikiran, perasaan dan keyakinan yang ada dalam dirinya, karena mereka cenderung tidak mampu keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.