5 Penyebab Stunting Pada Ibu Hamil, Kamu Perlu Waspada

Stunting
Sumber : Qubisa

Seperti yang kita ketahui soal stunting, bahwa ia merupakan penyakit yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan pada anak.

Stunting di Indonesia pernah mencapai  30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting.

Read More

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia sendiri pada  merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

 

Stunting yang terjadi karena kurangnya gizi yang dialami ibu hamil. Selain kurangnya gizi, terdapat kurangnya vitamin  yang di konsumsi. Meskipun begitu, stunting tidak hanya dialami oleh masyarakat yang miskin, namun  masyarakat kaya pun mampu mengalami ini.

Stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, namun juga terganggunya perkembangan otak. Penyebab masih tingginya angka stunting di Indonesia sangat kompleks.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan asupan gizi dan kebersihan diri pada ibu hamil dan anak dibawah usia dua tahun. Selain itu kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi seimbang serta pemberian ASI yang kurang tepat.

Menurut beberapa sumber, terdapat 5  penyebab mengapa stunting terjadi. Diantaranya ;

Kurang Gizi dalam Waktu Lama Menyebabkan Stunting

Penyebab stunting pada dasarnya bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Sebab kandungan bisa di deteksi mengalami masalah kurang  gizi.

Penyebab anak dalam kandungan memiliki Riwayat gizi buruk terdapat kemungkinan bahwa ibu tidak memiliki akses terhadap makanan yang banyak nutrisi. Selain nutrisi, tidak adanya vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi kondisi ibu hamil.

Pola Makan

Rendahnya akses terhadap makanan dengan nilai gizi tinggi serta menu makanan yang tidak seimbang dapat memengaruhi pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting. Hal ini dikarenakan ibu kurang mengerti tentang konsep gizi sebelum, saat, dan setelah melahirkan.

Ibu hamil dan pasca melahirkan seharusnya membutuhkan makanan sehat, bernutrisi, vitamin dan istirahat yang cukup juga penting.

Tidak Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan

Setelah bayi lahir, sebaiknya ibu dan bayi menerima perawatan pasca melahirkan. Sangat dianjurkan juga bagi bayi untuk langsung menerima asupan ASI agar dapat memperkuat sistem imunitasnya. Perawatan pasca melahirkan dianggap perlu untuk mendeteksi gangguan yang mungkin dialami ibu dan anak pasca persalinan.

Perawatan yang dilakukan pasca melahirkan salah satunya adalah menjaga vagina, menghindari menunda untuk kencing, dan istirahat yang cukup.

Gangguan Mental dan Hipertensi Pada Ibu

Pola asuh yang kurang efektif juga menjadi salah satu penyebab stunting pada anak. Pola asuh di sini berkaitan dengan perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak. Bila orang tua tidak memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting. Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak.

Ketika gangguan mental telah menerpa ibu hamil, perkembangan pada anak dapat berpengaruh pada daya pikir yang dimiliki ibu. Sebab nutrisi bayi dalam kandungan berasal dari asupan makan yang diberikan ibu  hamil.

Faktor Sanitasi

Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak. Bila anak tumbuh di lingkungan dengan sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, hal ini dapat memengaruhi pertumbuhannya. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu faktor penyebab stunting.

Untuk mencegah stunting melalui sanitasi, Anda disarankan memilih produk-produk kebersihan tubuh yang efektif melindungi dari kuman berbahaya. Pilihlah produk kebersihan seperti sabun cuci tangan maupun hand sanitizer yang dirancang khusus dengan manfaat pembersihan.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.