HIV dan AIDS, Cara Penularan Serta Cara Agar Terhindar

HIV
Sumber : Harapan Rakyat Online

HIV dan AIDS menjadi ancaman penyakit  bagi manusia. Sebab HIV dan AIDS merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai hari ini.

Dilansir dari opini.id di laman Instagram, 664 Ibu Rumah Tangga (IRT) tertular HIV AIDS karena berhubungan seks  dengan suami

Read More

Kok bisa, ya ? Tentu saja kabar ini menambah kabar buruk tentang penyakit HIV dan AIDS di Indonesia.

Sebelum kita cari tahu cara pencegahannya, mari kita simak apa itu HIV dan AIDS.

Pengertian HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Singkatnya, virus HIV dapat  menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh. HIV adalah virus yang membunuh sel darah putih (CD4) di dalam tubuh. Sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh – dengan cara melawan infeksi dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Apabila HIV membunuh sel darah putih, maka sistem kekebalan tubuh manusia akan lemah dan tubuh mudah terserang penyakit.

Hal ini bisa juga diibaratkan suatu negara yang tidak memiliki sistem pertahanan, maka negara tersebut akan mudah diserang oleh pihak luar.

Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh melemah sehingga mudah terserang penyakit disebut AIDS.

HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda. Orang yang terdeteksi HIV belum tentu AIDS, tetapi yang sudah terkena AIDS sudah tentu HIV.

Untuk penularannya sendiri HIV AIDS tentu saja tidak datang di tubuh kita secara tiba-tiba, Girls.

3 Cara Penularan HIV AIDS

Melalui hubungan seksual secara anal, maupun vaginal dengan seseorang yang mengidap HIV baik dengan lawan jenis (heteroseksual) atau sesama jenis (homoseksual).

Melalui tranfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV. Transfusi darah yang tercemar HIV langsung menularkan HIV bagi penerima darah karena virus langsung masuk ke dalam sistem peredaran darah penerima.

Melalui alat/jarum suntik atau alat tusuk lainnya (akupuntur, tindik, tatto) yang tercemar oleh HIV. Oleh sebab itu pemakaian jarum suntik Bersama oleh para pecandu narkotika akan mempermudah penularan HIV di antara mereka bila salah satu di antara mereka merupakan pengidap HIV.

Pemindahan dari ibu hamil yang mengidap HIV kepada janin yang dikandungnya, melalui proses persalinan dan melalui pemberian ASI.

HIV AIDS bisa dicegah ya, Girls.

Pencegahan melalui perilaku seksual:

Absen hubungan seksual – tidak melakukan hubungan seksual. Pencegahan ini terutama bagi mereka yang belum pernah berhubungan seks atau belum menikah. Pesan inti dari pencegahan  ini yaitu agar perilaku tersebut dipertahankan selama mungkin sampai menemukan pasangan tetap atau menikah.

Berlaku saling setia,  hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang dan saling setia. Sekalipun kita sudah pernah berhubungan seks, jika kita hanya berhubungan seks dengan orang yang juga hanya berhubungan seks dengan kita, maka HIV bisa dicegah.

Tentu saja dengan catatan, baik kita atau pasangan tidak melakukan perilaku lain yang juga dapat menularkan HIV seperti: memakai narkoba suntik atau menerima transfusi darah yang sudah tercemar HIV.

Cegah dengan kondom – apabila salah satu pasangan sudah terkena HIV atau tidak dapat saling setia, gunakan kondom.

Hal ini juga berlaku jika kita atau pasangan melakukan perilaku berisiko lain seperti memakai narkoba suntik. Kondom merupakan alat berbahan dasar latex yang berfungsi mencegah kehamilan dan penularan IMS serta HIV.

Meskipun kondom tidak mencegah 100%, setidaknya terdapat beberapa persen untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *