Belajar Konsep Menikmati Hidup di Era Serba Cepat

Menikmati Hidup

Menikmati hidup menjadi salah satu bagian perjalanan manusia. Dibalik hiruk-pikuk kesibukan manusia, terdapat banyak tuntutan yang membuat manusia harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai ideal kebahagiaan.

Ideal kebahagiaan yang dimaksud adalah soal materi. Benar, salah satunya adalah uang. Uang menjadi alasan mengapa orang-orang cenderung tidak menikmati kehidupannya karena waktunya hanya dihabiskan untuk beristirahat.

Selain itu, kita hidup di zaman semua serba cepat. Teknologi yang sudah berkembang pesat yang mampu mempermudah pekerjaan. Dengan proses yang instan, terkadang kita lupa soal bagaimana menghargai proses dan tujuan.

Karena semua serba cepat, akhirnya yang tak mampu mengejar ketertinggalan disebut malas, tidak sukses.

Pengertian Slow Living

Slow Living, atau Hidup Lambat adalah penolakan terhadap kehidupan serba cepat yang mengagungkan kesibukan tanpa pikiran dan hasil.

Menurut Dr. Stephanie Brown, psikolog asal Silicon Valley, masyarakat modern telah menetapkan “kecepatan” sebagai kunci “kesuksesan”. Namun Brown menilai, kombinasi keduanya justru memunculkan adiksi yang bisa menghantarkan mereka pada kelelahan fisik maupun mental berkepanjangan.

Di sisi lain, gaya hidup serba instan juga dapat menurunkan kualitas hubungan sosial dengan masyarakat. Semenjak teknologi berkembang pesat, hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar kita menjadi minim, karena komunikasi yang dijalani hanya sebatas pada telepon genggam saja.

Pada zaman sekarang, keadaan kita dituntut untuk cepat dan jika yang terlambat dikategorikan gagal. Hal ini membuat para kaum muda merasa bahwa ia selalu gagal dalam mengambil keputusan karena ia selalu memiliki perasaan terlambat daripada orang lain.

Asal Mula Slow Living

Slow Living berasal dari Gerakan  Slow Food movement yang didirikan oleh Carlo Petrini pada tahun 1986. Gerakan Slow Food bekampanye tentang Gerakan fast food, salah satunya adalah Mc Donals. Tujuan Gerakan Slow Food ingin melestarikan makanan tradisional dan budaya drastomoni

Setelah Gerakan Slow Food, Gerakan ini memasuki slow cooking dan slow fastfod. Gerakan Slow Living beranjak pada gerakan gaya  hidup.

Gaya hidup memiliki pemahaman tentang  memperlambat hidup agar mampu menikmati memiliki kemampuan waktu

Dilansir dari Pobbela.com, Carl Honore seorang penulis In Praise of Slowness, yang dianggap banyak orang sebagai manifesto dari gerakan lambat, menjelaskannya: “Ini adalah revolusi budaya melawan gagasan bahwa lebih cepat selalu lebih baik. Filosofi lambat bukanlah tentang melakukan segala sesuatu dengan kecepatan siput. Ini tentang berusaha melakukan segalanya dengan kecepatan yang tepat”.

Perkembangan zaman yang membuat masyarakat saat ini berkiblat hanya pada satu dimensi saja yaitu kapitalisme. Kemudian dari kejadian ini lahirlah suatu budaya baru yang dinamakan budaya konsumerisme.

Kapitalisme menjadi salah satu hal mengapa orang-orang tak ingin tertinggal dari yang lain. Lalu bagaimana menjalani kehidupan yang lambat meskipun kita tahu bahwa ketertinggalan bagi Sebagian orang adalah buruk ?

Berikut konsep-konsep yang dirangkum dari beberapa sumber :

Konsep Slow Living

1. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan lambat

Hal ini dimaksudkan sebagai gaya melawan hidup modern yang serba cepat, serba sibuk, yang menyebabkan tidak ada waktu menikmati segala hal.

2. Meditasi

Dengan menjalankan meditasi, kita mampu melakukan kegiatan yang lain dengan fokus

3.Terhubung dengan komunitas ;

Dengan bergabung di komunitas salah satunya dengan brand local, kita akan mampu berhubungan dengan masyarakat dan ikut melestarikan budaya-budaya tradisional. Hal ini juga ikut mengurangi hal-hal yang instan.

4. Memaknai hidup lambat dengan menentukan kebahagiaan diri sendiri

Manusia perlu memiliki standar yang dimiliki diri sendiri, agar kita tidak resah ketika diri kita terlambat dari orang lain. Kita akan berhasil di waktu yang tepat. kok.

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *