Kamu Sudah Melakukan Pelecehan Ketika Melakukan Ini

pelecehan

Perlu diwaspadai gurauan yang bernada seksual termasuk bagian pelecehan seksual. Kok bisa ?

Pelecehan seksual dapat dikatakan sebagai pelecehan yang jarang dibahas karena termasuk pelecehan yang dianggap sepele

Read More

Biasanya orang-orang yang melakukan gurauan itu dikarenakan ia ingin melemparkan bercandaan dengan bernada seksual.

Padahal, tidak sedikit wanita yang risih dengan gurauan seperti itu lho. Tahukah kamu bahwa gurauan bernada seksual sudah, termasuk bentuk pelecehan seksual secara verbal, lho. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini.

Pelecehan Secara verbal adalah pelecehan yang merujuk pada tindakan verbal seperti menggunakan lisan maupun gerakan tubuh tertentu tanpa melibatkan sentuhan fisik.

Pengalaman menjadi perempuan membuat paham kondisi perempuan lain yang mengalami  pelecehan verbal. Yang memprihatinkan dari pelecehan adalah bahwa korban tidak merasa bahwa ia sedang mengalami pelecehan seksual

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan, baik melalui kontak fisik maupun nonfisik yang sasarannya adalah bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang.

Jadi, pelecehan seksual tidak hanya bisa dilakukan secara fisik, tetapi bisa juga secara non fisik atau disebut juga pelecehan verbal.

Dilansir dari Kompas.com di channel Youtobenya, terdapat beberapa contoh pelecehan seksual secara verbal :

  1. Komentar seksual tentang tubuh seseorang.
  2. Lelucon kotor seksual.
  3. Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain.
  4. Berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain.

Efek dari pelecehan seksual secara verbal ini adalah rasa malu yang luar biasa. Tanggapan yang biasa saja ini malah mengundang niatan yang buruk dari perilaku.

Hal ini terjadi karena korban biasanya tidak menyadari ucapan tersebut merupakan bagian dari pelecehan seksual, melainkan hanya dianggap sebagai candaan semata saja. Tanggapan korban yang biasa saja tersebut malah semakin mengundang niatan yang buruk dari pelaku.

Bagaimana Mengatasi pelecehan yang terjadi kepada kita ?

1. Berikan Komentar Atas Tindakan Pelaku

Biasanya kalau dalam fenomena catcalling, kita jangan  bersikap malu-malu atau malah diam saja, karena mereka tidak akan berhenti dan mungkin malah semakin menjadi-jadi. Kamu juga bisa memberikan respon dengan jawaban yang ketus. Tujuan ini untuk memberikan pemahaman bahwa kita tidak menyukai tindakan yang dilakukan oleh pelaku

2. Semprotkan Boncabe

Kalau kamu memiliki  botol semprot bekas parfum atau apa pun itu di rumah, jangan dibuang dulu. Botol tersebut bisa kamu jadikan senjata kalau kamu mengalami tindak pelecehan seksual dengan cara mengisinya dengan air yang dicampur bon cabe. Bagi kamu yang sering pulang malam, sangat dianjurkan deh, untuk selalu siap sedia alat ini di tas kamu. Jadi, ketika ada yang berniat mengganggu atau kamu mendeteksi akan adanya tindak pelecehan seksual, tinggal semprotkan ke matanya, lalu segera pergi menjauhi orang tersebut.

3. Jangan diam, laporkan!

Indonesia merupakan negara hukum. Pelecehan seksual dapat dijerat menggunakan pasal percabulan yakni Pasal 289 hingga Pasal 296 KUHP, dengan tetap memperhatikan ketentuan unsur-unsur perbuatan tindak pidana masing-masing.

Indonesia memiliki hukum yang sangat ketat dalam menindak perlakuan pelecehan seksual, apa lagi ketika tindakan tersebut sudah mengarah pada ranah kriminal.

Jangan takut untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila kamu mengalami pelecehan seksual tersebut, baik yang berupa sentuhan atau raba-an, hingga ketingkat pemaksaan sekalipun.

Untuk korban jangan merasa khawatir nanti tidak akan ada yang mempercayai kamu, bahkan jika kepolisian tidak mampu mempercayai kamu sebagai korban, di kota-kota besar khususnya Yogyakarta, disana banyak LSM yang akan membantu kalian.

Jangan diam, karena hal itu malah semakin membuat para pelaku merasa aman untuk terus melakukan tindakan tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *