Dampak dan Penyebab Inflasi di Indonesia

Penyebab dan dampak inflasi

Inflasi bukan hal baru di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Inflasi yang bisa dipicu dengan harga barang dan jasa mahal dibandingkan harga pada  beberapa tahun lalu. Kenaikan harga pokok membuat masyarakat resah karena ketika semua harga naik sedangkan pendapatan tetap sama, maka hal itu akan membuat masyarakat menjadi susah.

Menurut beberapa sumber, jika kenaikan harga yang meresahkan masyarakat terutama bagi mereka yang bekerja serabutan, maka ia akan memberikan dampak inflasi.

Read More

Inflasi memberikan dampak pada uang menjadi lebih rendah atau  turun. Dengan menurunnya suatu uang, maka kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya akan jauh dari kata tercukupi.

Penyebab Inflasi serta dampaknya akan dirangkum dalam artikel ini, tetapi sebelum itu kita harus memahami apa itu Inflasi

Pada awalnya inflasi diartikan sebagai kenaikan jumlah uang beredar atau kenaikan  likuiditas dalam suatu perekonomian. Pengertian tersebut mengacu pada gejala umum yang ditimbulkan oleh adanya kenaikan jumlah uang beredar yang diduga telah menyebabkan adanya kenaikan harga-harga.

Menurut beberapa ahli, inflasi dimaksudkan sebagai

Dalam perkembangan lebih lanjut, inflasi diartikan sebagai peningkatan harga-harga secara umum dalam
suatu perekonomian yang berlangsung secara terus-menerus.

Dilansir dari Kompas.com, Jambi menjadi kota yang mengalami inflasi yang menyentuh 8,55 persen. Setelah Jambi, daerah berikutnya yang memiliki angka inflasi tinggi adalah Sumatera Barat dengan 8,01 persen, Bangka Belitung 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,97 persen.

Melihat angka inflasi yang menyentuh Indonesia, Menurut Luhut, Inflasi Indonesia lebih baik karena melihat negara-negara yang mengalami inflasi, pernah mencapai angka rendah.

Lebanon menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia disebabkan oleh melambungnya harga sejumlah komponen seperti rumah dan peralatan (110,13%), transportasi 515,36%), peralatan rumah (182,35%), dan kesehatan (468,27%.)

Dilansir dari Badan Pusat Statistik.com, Penyebab inflasi yang terjadi di Indonesia adalah naiknya harga bahan pokok seperti bahan makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,77 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,53 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen; kelompok transportasi sebesar 0,30 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,16 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen. Lalu dampak Inflasi  terhadap Indonesia apa  saja sih ? Berikut rangkuman Girlisme dari beberapa jurnal.

1.  inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara

Hal ini mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

2. Bagi pegawai atau karyawan berpenghasilan tetap

Dampak inflasi terhadap penurunan nilai mata uang akan merugikan kelompok masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti pegawai negeri,pegawai swasta dan kaum buruh, karena secara riil pendapatan mereka akan menurun.

3. Bagi Pemerintah

Tingkat inflasi yang tinggi berdampak pada rencana pembangunan pemerintah dan mengacaukan rencana anggaran pendapatan dan belanja pemerintah (RAPBN/RAPBD)

4. Bagi perekonomian

Pada masa hiperinflasi atau inflasi yang tidak terkendali, kondisi perekonomian menjadi “lesu” dan sulit berkembang. Masyarakat tidak bersemangat untuk bekerja, menurunkan minat masyarakat untuk menabung dan berinvestasi karena nilai mata uang semakin menurun

5. Bagi produsen

Bagi produsen inflasi yang tinggi sangat berpengaruh pada kenaikan harga-harga kebutuhan produksi yang kemudian berpengaruh pada meningkatnya biaya produksi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *