Peran Fatmawati dalam Kemerdekaan

Peran Fatmawati dalam Kemerdekaan

Peran Fatmawati

Proklamasi dilakukan diperingati 17 Agustus setiap tahunnya. Jika kita mendengar soal proklamasi, kebanyakan para pahlawan yang diceritakan berjenis kelamin Laki-laki. Lalu apa peran perempuan di masa-masa menjelang kemerdekaan ?

Read More

Tentu saja perempuan itu adalah Fatmawati. Peran Fatmawati dalam kemerdekaan tentunya menjadi sorotan penting dalam membahas peran perempuan.

Fatmawati dikenal sebagai Istri dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno. Dalam momen proklamasi, ia dikenal sebagai  penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dilansir dari Kompas.com, Fatmawati mencari cara untuk bisa mendapatkan kain merah dan putih. Pemerintah Jepang kemudian menunjuk seorang ahli propaganda, Shimizu, untuk mencarikan kain itu.

Setelah Shimizu berusaha mendapatkan kain itu lewat seorang petinggi Jepang, kepala gudang di Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol. Setelah kain merah dan putih berhasil didapatkan, Shimizu segera mengantarkannya kepada Fatmawati.

Ketika telah berhasil mendapatkan kain, Fatmawati segera menjahit bendera merah putih dengan tangan.

Alasan Fatmawati menjahit dengan tangan dikarenakan pada waktu itu ia sedang hamil dan dokter tidak memperbolehkan menjahit dengan mesin. Fatmawati pun mencoba mencari cara untuk bisa mendapatkan kain merah dan putih.

Pemerintah Jepang kemudian menunjuk seorang ahli propaganda, Shimizu, untuk mencarikan kain itu. Shimizu berusaha mendapatkan kain itu lewat seorang petinggi Jepang, kepala gudang di Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol. Setelah kain merah dan putih berhasil didapatkan, Shimizu segera mengantarkannya kepada Fatmawati.

Selain Fatmawati ,ada seorang pemudi trimurti yang membawa nampan dan menyerahkan bendera pusaka kepada Latief  Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan

Fatmawati Soekarno lahir pada hari Senin, 5 Pebruari 1923 Pukul 12 Siang di kota bengkulu. Sebagai putri tunggal keluarga H. Haassan din dan Siti Chadidjah.

Masa kecil Fatmawati penuh tantangan dan kesulitan, akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh Pemerintah hindia belanda. Ayah dari Fatmawati semula adalah pegawai perusahaan belanda  tetapi karena tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota muhammadiyah, ia kemudian keluar dari perusahaan belanda.

Kisah Fatmawati Menjalin Cinta dengan Soekarno

Sebagai mantan tahanan belanda, Bung Karno memilih menikah dengan Fatmawati dan meninggalkan Bu inggit. Bu inggit, nama perempuan Bung Karno yang minim disebut. Padahal Bu Inggit merupakan salah satu perempuan yang menemani Bung Karno  dalam memperjuangkan Indonesia.

Terdapat hal unik terkait pernikahan yang dijalani oleh Bung Karno dan Fatmawati, yakni terkait dengan proses pernikahan ternyata mereka tidak  di satu tempat yang sama, Girls.

Kok bisa, ya ? harusnya kan pernikahan dilakukan di satu tempat yang sama agar semua tahu kalo mereka menikah. Simak penjelasan berikut, Girls.

Pada saat mereka ingin melangsungkan pernikahan, Fatmawati berada di Bengkulu sedangkan Bung Karno berada di Jakarta yang waktu itu menjabat sebagai pimpinan pusat tenaga rakyat (putera). Pernikahan yang dilakukan jarah jauh diwakilkan oleh kerabat Bung Karno, Opseter Sardjono.

Selang beberapa waktu pernikahan, Fatmawati pergi ke Jakarta untuk mendampingi tugas suaminya, Soekarno.

Pernikahan yang dijalani oleh Bung Karno dan Fatmawati dianugerahi 5 anak, antara lain : Guntur, Mega, Rahma, Sukma, Guruh.

Sebagai Ibu negara, Fatmawati  telah memberikan kontribusi terhadap negara dengan kegiatan-kegiatan pendampingan di berbagai wilayah Republik Indonesia.

Fatmawati mewakili perempuan dalam pembangunan yang dilakukan dengan cara pemberantasan buta huruf , mendorong kegiatan perempuan baik dalam ekonomi maupun pendidikan.

Nah, sudah paham belum, Girls ? Simak artikel lainnya, ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *