Bagaimana Penyintas Kesehatan Mental Memaknai Merdeka ?

Bagaimana Penyintas Kesehatan Mental Memaknai Merdeka

Apakah kamu seorang penyintas kesehatan mental ? Bagaimana Penyintas Kesehatan Mental Memaknai Merdeka ?

Ditengah kemerdekaan Indonesia, terdapat rakyat yang mencoba bertahan atas kehidupan yang ia jalani.  Salah  satunya adalah bagi para penyintas kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan kondisi yang bisa dikatakan kita bisa merasakan ketentraman yang memungkinkan menikmati kehidupan yang dijalani dengan nyaman dan aman.

Begitupun sebaliknya, Girls, jika kita tidak merasa tentram  dalam hidup karena merasa banyak beban, merasa cemas akan sesuatu, merasa bahwa hidup yang kita jalani hampa,  sebaiknya kita segera butuh pertolongan dengan melakukan konseling atau ke psikolog terdekat.

Tapi takut nanti dianggap gila oleh teman-temanku ?

Anggapan bahwa kita ke psikolog adalah orang gila merupakan pernyataan yang sangat salah, ya, Girls. Bahwasanya setiap manusia  memiliki mental berbeda-beda dan setiap orang memiliki cara menyelesaikan masalah masing-masing. Kesehatan Mental menjadi priotas setiap manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Jadi jangan merasa buruk ketika melakukan pelayanan konseling atau psikolog ya, Girls.

Cerita Penyintas Kesehatan Mental

Saya memiliki pengalaman kesempatan bertanya  dengan teman yang mengalami penyakit mental, bipolar. Tentu saja bipolar sudah tidak  asing di telinga kita, ya, Girls. Bipolar menjadi penyakit mental yang beberapa orang mengidapnya. Dilansir dari Alodokter.com,  gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan drastis pada suasana hati. Penderita gangguan ini bisa merasa bisa sangat bahagia lalu kemudian menjadi sangat sedih.

Ketika saya bertemu dengan teman yang sekaligus penyintas kesehatan mental, saya bertanya tentang pandangan merdeka atas dirinya menjadi yang menjadi penyintas kesehatan mental. Ia mengatakan bahwa sebagai sekalipun Indonesia telah merdeka, tetapi bagi para penyintas kesehatan mental, ia mengakui bahwa untuk dirinya belum sepenuhnya merdeka.

Hal ini dikarenakan sebagai penyintas kesehatan mental, ia masih mengalami banyak tekanan yang membuat ia belum mampu berdamai dengan dirinya sendiri.

Selain memiliki keterbatasan, manusia juga memiliki banyak hal-hal diluar kendalinya. Seperti halnya penyintas kesehatan mental  yang saya wawancara. Bahwasanya ia tak pernah berpikir bahwa ia akan mengalami rasa sakit yang membuat ia harus bolak-balik ke psikolog. Apalagi dengan stigma di masyarakat tentang orang yang melakukan layanan ke psikolog atau psikiater.

Di tengah-tengah perbincangan kita, temanku menceritakan tentang bagaimana ia menghadapi rasa sakit yang kambuh, rasa sesak, serta rambut  rontok berlebihan karena beban pikiran yang ia alami.

Penyintas juga mengingatkan kepada kita semua bahwa selain berobat ke psikolog, dukungan dari lingkungan juga sangat dibutuhkan dalam rangka penyembuhan diri.

4 Konsep Merdeka Ala Penyintas Kesehatan Mental

Pertama, Dianggap merdeka  ketika sudah mampu menimalisir sakit hati yang dirasakan dengan melakukan hal-hal positif. Kita ketahui bersama, bahwa tidak semua rasa sakit dapat dibicarakan.

Kedua, Bertahan menjadi kunci seseorang untuk menerima diri seutuhnya. Banyak fenomena orang memutuskan bunuh diri karena tidak kuat menjalani kehidupan yang rumit. Hal itu dikarenakan ia tidak lagi mampu bertahan di tengah depresi yang ia alami.

Ketiga, tidak lagi mendengarkan kata orang yang membuat ia sakit hati. Biasanya karena terlalu banyak mendengarkan perkataan negatif orang lain sehingga menimbulkan perasaan cemas yang berlebihan.

Keempat, mengenali emosi positif dan emosi negatif. Macam-macam emosi yang berkaitan  dengan perasaan dingin, panas, hangat, sejuk. Berkaitan dengan kondisi fisiologis seperti; sakit, meriang dan  Berkaitan dengan kondisi psikologis seperti; cinta, rindu, sayang, benci.

Yuk lebih aware dengan penyintas kesehatan mental. Sebab setiap nyawa perlu diperlakukan dengan baik, apapun kondisinya.

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.