Mengenal Feminisme Sebagai Perjuangan Perempuan

Jauh sebelum saya belajar tentang feminisme,  saya berpikir bahwa  feminisme adalah tentang kekacauan,  kebingungan, ketidakcocokan, ketidaksetujuan, perpecahan, radikal karena ia berasal dari barat.

Mengenal Feminisme sebagai perjuangan perempuan dan bukan dalam ranah  melawan kodrat, tetapi ketika kita belajar, kita akan paham bagaimana seharusnya perempuan diposisikan.

Hal-hal yang didalamnya tidak mampu mencerminkan dari agama yang saya anut, yakni islam. Contohnya saya menemui orang-orang yang mengaku sebagai feminisme  ia terkesan jauh dari ajaran-ajaran agama yang saya percayai. Seperti melepas hijab yang dulu ia percayai sebagai kewajiban yang akan mengantarkan ia ke surga.

Pada waktu terjadi momen itu, saya sangat bingung, mengapa kebebasan yang ingin diperlihatkan justru bertentangan dengan sesuatu yang dulu ia Yakini.  Tetapi pikiran  kolot ini lama-lama pudar seiring banyak tulisan tentang  feminisme dibaca.

Sebelum belajar feminisme beserta apa saya yang menjadi medan perjuangan yang ada di dalamnya, kita harus memahami apa feminisme. Feminisme adalah sebuah pemikiran yang ia memiliki fokus perjuangan terhadap perempuan, sekalipun ia adalah laki-laki tetapi memiliki perjuangan terhadap perempuan, maka ia layak disebut feminisme.

Feminisme berbeda dengan feminism atau feminitas. Feminitas termasuk bagian kata sifat sedang feminisme bagian dari gerakan sosial.

Feminisme hadir atas kritik terhadap konstruksi patriaki yang melakukan dominasi terhadap perempuan yang memiliki efek sampai hari ini.

Perjuangan Perempuan melalui Feminisme

Women Rights Are Human Rights
Makassarterkini.id

Upaya yang dilakukan dalam memperjuangkan hak perempuan sampai hari ini masih terus dilakukan. Hal itu dikarenakan perempuan masih mengalami hal-hal yang membuat ia masih dinilai sebagai manusia kedua, karena yang disebut manusia pertama adalah laki-laki.

Meskipun kita mau mengakui apa tidak, bahwa di beberapa tempat perempuan masih diamini sebagai manusia kedua, sedangkan di tempat lain perempuan sudah bisa setara. Khususnya di perkotaan, perempuan pulang malam tidak terlalu dipermasalahkan, sebab jika perempuan berada di desa, maka ia akan menjadi bahan perbincangan para tetangga dengan dalih perempuan kok pulang malam kayak orang nakal.

Alasan saya menyertakan alasan pulang bisa dianggap setara, karena jika laki-laki yang pulang malam tidak dipermasalahkan, tetapi jika yang pulang malam itu perempuan, maka ia akan di cap sebagai perempuan nakal. Seperti hal nya ketika perempuan memilih untuk berpendidikan tinggi, ia akan selalu di wanti-wanti orang tua nya dengan alasan nanti tidak ada yang mau menikahi. Yang saya tampilkan hanya satu dari banyak hal ketidakadilan yang diterima perempuan.

Bagi feminisme, selain memperjuangkan kesetaraan bagi kaum perempuan, memperluas pilihan individu seorang perempuan juga menjadi hal-hal yang disepakati pejuang feminisme. Memperluas pandangan disini diartikan sebagai bentuk perlawanan perempuan terhadap pandangan gender tradisional yang membatasi aktivitas perempuan.

Perempuan berhak memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya. Feminisme juga mempercayai bahwa laki-laki memiliki kapasitas yang sama terhadap yang biasanya dilakukan oleh mayoritas perempuan, seperti mengurus rumah, momong anak dan masak.

Poin penting dalam perjuangan feminisme adalah berakhirnya kekerasan seksual. Ketimpangan yang terjadi antara korban dan pelaku kekerasan seksual masih didominasi perempuan sebagai korban dan laki-laki sebagai pelaku.

Dilansir dari kemenppa.go.id, data korban kekerasan seksual berasal dari perempuan sebanyak 13.326 dan laki-laki  sebanyak2.237. Data membuktikan perempuan masih belum mendapatkan ruang aman di Indonesia.

Feminisme telah banyak menyuarakan hak-hak nya tetapi sampai hari ini masih banyak tugas-tugas kita sebagai perempuan untuk memperjuangkannya juga. Semoga kita tetap waras. Hidup perempuan melawan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.