Mengintip Karya Seni yang Epik di Bienalle Jogja XIV

  • Whatsapp

Puluhan karya dari para seniman Indonesia dan Brazil dipamerkan dalam acara Biennale Jogja Equator#4, bertempat di Jogja Nasional Museum, Yogyakarta.

Baca juga cara unik menghabiskan waktu di Jogja selama sepekan. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan selama bulan November hingga Desember 2017. Salah satunya adalah pameran karya seni para seniman di Jogja Nasional Museum yang berlangsung hingga 10 Desember mendatang.

Read More

1. Perpaduan Karya Seni dari Seniman Brazil dan Indonesia

copyright by nunukambarwati.blogspot.co.id

Puluhan seniman dari Indonesia dan Brazil mempersembahkan karya seni di JB 2017.

Menjadi tahun keempat penyelenggaraan Biennale Jogja seri Equator, tahun ini Indonesia berkolaborasi dengan negara Brazil. Setelah sebelumnya, berturut-turut dengan negara India, Arab dan Nigeria (Afrika).

Sebanyak 27 seniman Indonesia dan 12 seniman Brazil turut serta dalam acara seni ini. Nama-nama seniman dari Indonesia diantaranya Adi Dharma, Mulyana Mogus, Julian Abraham, Ngakan Made Ardana dan yang lainnya.

Sedangkan seniman dari Brazil diantaranya Lourival Cuquinha, Tiago Mata Machado, Virginia de Medeiros, Clara Janni, Cinthia Marcelle dan lain-lain.

2. Mengambil Tema “Stage of Hopelessness”, bienalle Jogja XIV berhasil membuat orang-orang tercengang.

copyright by google.com

Biennale Jogja XIV tahun ini mengambil tema Stage of Hopelessness. Biennale JogjaEquator #4 yang berkolaborasi dengan para seniman dari Brazil, tahun ini mengusung tema Stage of Hopelessness

BACA JUGA :  Go-Jek Resmi Buka Layanan di Vietnam dan Thailand

Terinspirasi dari keadaan sosial, politik, ekonomi dan budaya dari kedua negara, para seniman Indonesia dan Brazil menuangkan keresahannya akan situasi sekarang ke dalam sebuah karya seni yang epik dan estetik. Dalam pameran ini, dihadirkan beberapa jenis karya seni seperti instalasi ruang, lampu LED, video, lukisan, instalasi objek dan lain sebagainya.

Berkreasi dengan menunjukkan Kata-kata “sampah” di sosmed dan ruang publik

Seni mural unik karya Farid Stevy Asta di Biennale Jogja 2017. Saat pertama kali memasuki ruang JNM kita akan disambut dengan lorong yang penuh dengan tulisan-tulisan yang dianggap sampah, yang seringkali kita lihat di tempat-tempat umum dan timeline media sosial.

Seni mural dinding ini merupakan karya dari seniman Indonesia, Farid Stevy Asta dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Curhat”. Karya seni mural ini menjadi perhatian banyak pengunjung karena keunikan dan kedekatan konsep dengan kehidupan sehari-hari.

Masih banyak lagi karya seni anak bangsa yang dipamerkan di Bienalle Jogja XIV. Jangan sampai kamu melewati pameran ini yaa. Selain mengapresiasi para seniman, kamu juga bisa mengambil pelajaran dari makna yang ingin seniman sampaikan. Ini beberapa karya seni yang bisa kamu temukan di sana …

copyright by google.com

Pameran ini berlangsung kurang lebih satu bulan lamanya, bertempat di Jogja Nasional Museum. Jadi kesana yuk!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *