Mahasiswa UMM Ciptakan Pendeteksi Uang Bagi Tuna Netra

  • Whatsapp

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi pendeteksi uang untuk penyandang tuna netra.

Kelompok mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi yang sungguh amat berbeda dari inovasi-inovasi sebelumnya, mereka menciptakan pendeteksi uang yang khusus untuk penyandang cacat tuna netra.

Apa inovasinya? Ciptaan mahasiswa ini konsen untuk cegah kecurangan yang kerap menjadi masalah bagi penyandang cacat penglihatan ini. Apalagi untuk para penyandang cacat tuna netra yang kerjanya sebagai tukang pijat atau lainnya. Tentu ini sangat berguna sekali.

Inovasi yang mahasiswa UMM ini ciptakan diberi nama dengan sebutan Kacamata Sensor Tuna Netra, disingkat Kasentra. Cukup keren, bukan?

Ada beberapa perangkat yang terkandung dalam perangkat deteksi uang ini, yakni; sensor warna, box terdiri dari mitro controller, arduino dan port jack yang berfungsi sebagai output audio.

Pencipta inovasi ini adalah Yoga Adi Wijaya, mahasiswa yang kini menempuh semester 5 dengan fokus program studi Teknik Industri (TI.) Dia juga menjelaskan, cara kerja pendeteksi uang ini mulanya dari kacamata dengan sensor warna yang lengkap. Penyandang tuna netra hanya perlu mengarahkan sensor kepada uang yang ingin di deteksi dan menaruhnya di tangan.

Lanjutnya, sensor akan bekerja otomatis dan menangkap warna uang dan mengirim langsung ke arduino.

Selanjutnya, arduino akan merubah informasi yang masuk dan memunculkannya menjadi suara dan menyebut nominal mata uang.

“Jadi sensor mendeteksi warna uang. Warna uang kan berbeda – beda,” katanya.

Tujuan alat ini adalah mempermudah tuna netra dalam pengenalan terhadap nilai uang. Sebab, dari beberapa kasus yang ada, penyandang tuna netra masih menggunakan metode lama menggunakan angka braille yang ada di mata uang tersebut. Tentu ini menyulitkan.

Apalagi, ada kendala tambahan seperti uang yang sudah lusuh, angka braille akan sulit terdeteksi tentunya.

“Ada juga yang pakai aplikasi android tapi bagi penyandang tuna netra masih terlalu sulit,” katanya.

Pencipta inovasi ini adalah mahasiwa dengan nama Yoga Adi Wijaya, Bagus Arif Dwi W, Noor Muhamad S.F, Candra Putra P dan Larossafitri Larasati. Yap, kelima mahasiswa dan mahasiswi cerdas semester 5 UMM ini perlu dapat apresiasi.

Awalnya, kelima mahasiswa itu mendapat tugas kuliah untuk membuat inovasi. Kelimanya lalu menggagas inovasi untuk mempermudah penyandang tuna netra dalam mengenali uang.

“Kami survei ke panti pijat yang ada di dekat kampus. Kami tanya, mereka masih menggunakan braille. Kalau tidak gitu, pakai aplikasi android,” jelasnya.

Related posts