Kamu Traveller? Kalau Selama Perjalanan 3 Sikap Ini Kamu Hindari, Kamu Wajib Berbangga!

  • Whatsapp

Traveling dapat menjadikanmu pribadi yang open-minded, berwawasan luas, serta mudah beradaptasi dan tangguh. Makanya, tidak mengherankan jika kini orang beramai-ramai ingin traveling. Mereka pun rela berusaha keras: mulai dari mengumpulkan uang, merencanakan perjalanan berbulan-bulan sebelum perjalanan itu dilaksanakan, sampai riset sana-sini mengumpulkan informasi sedetail mungkin.

Sayangnya, demam traveling ini juga ikut berimbas buruk. Beberapa dari kita memilih melakukannya hanya untuk status sosial. Beberapa dari kita melakukannya tanpa mengerti inti kegiatan traveling yang paling esensial. Alhasil, traveling menjadi tak lebih dari kegiatan hedonis yang super mahal.

Read More

Apa sih sebenarnya yang membedakan traveling yang berfaedah dan yang tak lebih dari kegiatan buang-buang uang? Di bawah ini, GirlIsMe sudah mendaftar berbagai hal yang bisa membuat aktivitas travelingmu sia-sia. Kalaberhasil menghiu SmartGirl berhasil menghindarinya, kamu patut berbangga!

1.Sharring location atau foto selama lagi Travelling, Sharring boleh tapi kalau kebanyyakan Ngga baik loh Girls!

copyright by life.108.jakarta.com

Berbanggalah jika kamu bisa menahan diri dalam hal sharing status dan lokasi. Tenang, sebenarnya tidak salah kok untuk rajin update status dan check in di sebuah tempat saat liburan. Apalagi jika lokasi liburan yang sedang kamu datangi itu spesial, seperti Universal Studio Singapura atau Bali.

Beda halnya ketika motifmu untuk sharing adalah murni pamer. Kamu berharap ada yang bertanya padamu apa yang kamu lakukan di Bali, kamu berharap ada yang menyapa: “Waaah… Enak ya, lagi liburan di Singapura!”

Pamer itu gampang dan menggiurkan buat kita, tapi menyebalkan dan melelahkan buat orang lain. Jika kamu bisa menghindarinya,dan kamu patut berbangga SmartGirl!

2.Memaksa orangtua untuk membiayai biaya perjalanan kita dengan alasan untuk Pendidikan.

copyright by cryta.com

BACA JUGA :  Ini 5 Tempat Wisata Wonosobo yang Sering Terlewatkan Loh! Kesana Yuk?

Sangat tidak keren ketika seorang anak memaksa orangtuanya membiayai kegiatan jalan-jalan dia. Mungkin karena melihat teman-temannya asyik jalan-jalan, sang anak jadi merasa harus ikutan berkelana. Masalahnya, dia malas menabung tapi juga tidak berani minta uang ke orangtua untuk liburan. Direkayasalah olehnya berbagai alasan: mulai dari beli buku ini-itu yang tidak perlu, sampai mengatakan pada orangtua bahwa traveling adalah kegiatan sekolah yang wajib. Orangtuanya pun terpaksa harus menjebol tabungan demi membiayai anak ini jalan-jalan.

Jadi, kamu patut berbangga jika bisa membiayai travelingmu dengan jerih payah sendiri. Tidak perlu merepotkan orangtua, apalagi jika kamu berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Entah seberapa besar pengorbananmu selama ini demi mengumpulkan tabungan untuk jalan-jalan. Mungkin kamu harus bekerja part-time, makan sekali sehari, puasa — ketika sudah traveling pun kamu akan berusaha agar dana yang kamu keluarkan bisa seminimal mungkin.

Di lain pihak, sah-sah saja juga jika kegiatan travelingmu memang masih disubsidi ayah dan ibu. Justru kamu beruntung memiliki orangtua yang mau dan mampu membiayai kegiatan bersenang-senang anaknya. Syaratnya: kamu tidak boleh mendapatkan uang dari mereka dengan cara memaksa atau rekayasa ya SmartGirl!

3.Buang Sampah karena sudah menjadi kebiasaan selama perjalanan, Itu sangat memalukan!

copyright by www.mapalaptm.com

Membuang sampah sembarangan adalah sebuah kebiasaan di Indonesia. Jika kamu berjalan-jalan ke gunung, ke pantai, atau bahkan obyek-obyek wisata di daerah kota, kamu akan sering menjumpai tumpukan botol atau tas kresek yang dibuang sembarangan. Bahkan bukan tidak mungkin kamu menjumpai sampah seperti dalaman atau kondom bekas! Yuck.

Kebiasaan ini sering terbawa ketika turis Indonesia melancong ke luar negeri. Maka tidak heran jika turis dari negara kita dinilai rajin melakukan pelanggaran. Di negeri sebersih Singapura, kita menyelipkan kertas tisu bekas pakai di tempat yang jelas bukan tempat sampah. Ketika petugas datang untuk menegur atau mendenda, kita marah.

Jadi berbanggalah ketika kamu bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarmu, bahkan ketika lingkungan itu bukan rumah atau tempat tinggal aslimu. Karena di Indonesia, masih banyak sekali orang yang cuek dengan berbagai aturan. Termasuk aturan sesederhana jangan membuang sampah sembarangan.

Related posts