Mau Tahu Kenapa Kediri Harus Dimasukkin di Travel Listmu? Ini 4 Alasannya!

  • Whatsapp

SmartGirl buat kalian yang masih jomblo ataupun sudah punya pasangan. GirlIsMe punya tips liburan yang menarik nih untuk kalian! Tempat ini cocok untuk kalian datangi sendiri, bareng pacar, maupun rame-rame bareng geng kalian. Tempatnya masih di pulau Jawa kok, tepatnya di Kediri.

Kediri, memang sekilas terdengar sedikit asing di telinga sebagian orang terutama orang yang tinggal di luar Pulau Jawa , namun siapa yang menyangka Kota / Kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur ini memiliki berbagai pesona yang sayang untuk anda lewatkan baik dari wisata alam, sejarah, religi, sampai wisata kuliner yang siap membuat anda untuk tertarik untuk kembali lagi pada kota ini. Berikut berbagai alasan kenapa kamu harus mampir di kota dengan julukan kota tahu ini.

Read More

1.Tak usah jauh jauh ke Paris, Kediri punya Arch de Triomphe nya sendiri!

copyright by www.kitajalanjalan2014.com

Mau berfoto di Arch de Triomphe? Kini tidak perlu jauh-jauh ke Paris, cukup datang ke Kediri dan nikmati kembaran dari bangunan yang ada di Paris ini hehehe. Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG adalah salah satu bangunan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri yang  kata banyak orang bentuknya menyerupai Arc de Triomphe yang berada di Paris, Perancis. SLG mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008, yang digagas oleh Bupati Kediri saat itu, Sutrisno. Bangunan ini terletak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Fungsi dari tempat ini selain untuk rekreasi dan wisata sejarah, yaitu untuk menghubungka lima arah jalan di Kabupaten Kediri  tepatnya di pusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten, Kediri.

BACA JUGA :  Buat Kamu Si Solo Traveller Perempuan, Wajib Tahu 4 Hal Ini Nih!

Secara fisik, monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas bangunan 37 hektar secara keseluruhan, dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi mencapai 25 meter yang terdiri dari 6 lantai, serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka luas dan tinggi monumen tersebut mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, yaitu 25 maret 804 Masehi. Pembangunan monumen ini telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 300 milyar.  .

2.Selain belajar, kalian juga bisa berwisata di Kampung Inggris, Pare.

copyright by www.coppygasing.com

Satu lagi yang menjadi bukti bahwa SmartGirl tidak boleh meremahkan Kediri, kali ini yaitu kampung Inggris. Lokasi ini terletak di ujung Kabupaten Kediri tepatnya di Kecamatan Pare ini. Tempat ini bukan tanpa alas an diberi nama kampong Inggris, ini karena banyaknya lembaga-lembaga bimbingan belajar yang menawarkan kursus berbahasa Inggris. Model dari bimbingan belajar ini yaitu seperti system paket, jadi anda tinggal memilih paket yang sesuai dengan anda. Yang datang belajar disini juga bukan Cuma warga local, namun luar kota, luar provinsi, bahkan ada yang sampai luar negeri.

Pada beberapa lembaga bahkan sampai mendatangkan orang Inggris langsung demi tercapainya kompetensi pembelajaran. Berbagai konsep pembelajaranpun diterapkan dalam mengembangkan skill bahasa Ingrris para pelajar. Namun kebanyakan besar lembaga-lembaga belajar menerapkan system untuk selalu berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari hari selama masa belajarnya disana. Dan cara inipun dinilai efektif untuk menambah ketrampilan berbahasa Inggris nya, terbukti dari terus bertambahnya minat pelajar dari tahun ke tahun dari para pelajar untuk belajar di tempat ini.

3.Berwisata Alam di Gunung Kelud yang syahdu suasanya.

copyright by www.uyora.blogspot.com

Siapa yang tidak kenal dengan Gunung Kelud? Sebagaimana Gunung Merapi, Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI).Letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014.  Kekhasan gunung api ini adalah adanya danau kawah, yang dalam kondisi letusan dapat menghasilkan aliran lahar letusan dalam jumlah besar, dan membahayakan penduduk sekitarnya. Letusan freatik tahun 2007 memunculkan kubah lava yang semakin membesar dan menyumbat permukaan danau, sehingga danau kawah nyaris sirna, menyisakan genangan kecil seperti kubangan air. Kubah lava ini kemudian hancur pada letusan besar di awal tahun 2014.

BACA JUGA :  Destinasi Kebun Bunga Matahari, Objek Wisata Baru di Bantul

4.Yang Ke-empat, Jangan lupa Wisata Kuliner, Cobalah Tumpang pecel di Jalan Dhoho!

copyright by www.trendezia.com

Apabila jalan-jalan ke Kediri jangan takut kelaparan, soalnya di Kediri juga punya makanan khas nya lo, selain tahu kuningnya yang sudah tersoroh sampai pelosok, Kediri juga terkenal dengan makanan khasnya yaitu nasi pecel-tumpang.

Warung pecel tumpang ini dijajakan dengan cara menggelar karpet atau tikar di sepanjang trotoar di Jalan Dhoho oleh para penjualnya yang mayoritas kaum ibu-ibu dan dibantu oleh suaminya yang bertugas membuatkan minuman, Jalan Dhoho sendiri merupakan salah satu ikon dari kota ini. Jalan yang berada di jantung kota Kediri ini memiliki ke khasannya sendiri, apabila di Yogyakarta seperti Jalan Malioboro. Satu porsi makanan ini biasanya dipincuk dengan daun pisang, namun sebagian penjual menambahkan piring dengan alas an kenyamanan.

Tapi jangan salah ya, warung lesehan pecel-tumpang ini hanya buka pada malam hari, sekitar pukul 07.00 WIB- Subuh. Meskipun hanya buka pada malam hari namun warung lesehan ini tidak pernah sepi dari pengunjung lo, bahkan ada yang datang dari luar kota khusus hanya untk makanan di sini sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang. Meskipun sudah menjadi makanan khas di Kediri namun harga setiap porsi makanan ini tetap terjangkau.

written by Imam Laksono

edited by Nadhifah Azhar

Related posts