290 Tewas dan 400 Lainnya Luka-luka Akibat Ledakan di Delapan Titik, Ini Fakta Dibalik Kejinya Teror BOM di Sri Lanka!

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Sri Lanka, negara yang berada di Asia Selatan, baru saja mengalami teror bom pada Minggu (21/4/2019). Teror bom tersebut terjadi di sejumlah gereja dan hotel mewah hanya dalam kurun waktu 20 menit di hari perayaan Paskah. Kabarnya, serangan bom yang paling mematikan terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo. Sejumlah gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan selain berserakan puing-puing bangunan, lantai gereja juga berlumuran darah. Selain itu, ledakan juga terjadi di Gereja St Anthony ketika misa Paskah berlangsung.

Ledakan tersebut dilaporkan terjadi di delapan tempat dan menewaskan 207 orang dan melukai 450 orang lain serta membuat Sri Lanka berada dalam jam malam. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta terkat teroro bom yang terjadi di Sri Lanka.

Read More

1. Pelaku Bom Diketahui Ikut Antre Makanan Sebelum Meledakkan Diri

Melalui informasi yang diungkapkan penegak hukum Sri Lanka, terjadi setidaknya dua ledakan bom yang menyasar gereja serta hotel bintang lima ini merupakan serangan bom bunuh diri. Salah satu hotel yang menjadi sasaran adalah Hotel Grand Cinnamon, yang diketahui menjadi tempat pelaku mengantre sarapan bersama tamu yang lain. Manajer hotel tersebut menuturkan bahwa pelaku merupakan seorang tamu yang terdaftar dengan nama Mohamed Azzam Mohamed. Saat akan dilayani untuk sarapan, tersangka langsung mengaktifkan bom yang sudah dibawanya dan meledak di restoran yang sedang padat pengunjung itu.

2. Korban Tewas Sebanyak 290 Orang dan Luka-luka Sebanyak 500 Orang

Saat berita ini dikeluarkan, data yang diperoleh dari pihak kepolisian Sri Lanka menyebutkan bahwa jumlah korban tewas yang ditemukan sehari setelah insiden mencapai jumlah setidaknya 290 orang. Selain itu, juru bicara kepolisian juga mengatakan bahwa hingga Senin (22/4/2019) pagi, jumlah korban luka dilaporkan mencapai 500 orang.

Pemerintah Sri Lanka juga menyebutkan bahwa dari data korban tersebut, terdapat warga negara asing yang berada di antara korban tewas, dengan tiga dari India, tiga warga Inggris, dua asal Turki dan seorang warga Portugis.

“Selain itu masih ada sembilan warga negara asing yang dilaporkan hilang, sementara ada 25 jenazah tak teridentifikasi yang diyakini adalah warga asing,” kata Menteri Luar Negeri Harin Fernando, dikutip dari Kompas.com.

3. Ledakan Terjadi di Delapan Titik yang Berbeda

Hanya dalam rentang waktu sekitar empat jam, yakni sekitar pukul 08.45 hingga 14.30 waktu setempat, terdapat delapan lokasi yang dihantam ledakan. Mulai dari gereja hingga hotel berbintang hingga waralaba internasional yang menjadi lokasi terjadinya ledakan tersebut.

Seperti dirangkum dari CNN International, Minggu (21/4/2019), delapan target itu tersebar di Ibu Kota Kolombo, wilayah pinggir ibu kota, dan Kota Batticaloa di timur Sri Lanka. Ledakan pertama dilaporkan terjadi di Gereja St. Anthony di Kochikade dan Gereja St. Sebastian di Negombo, kedua wilayah berada di pinggir Kolombo.

Tidak lama setelah ledakan di beberapa tempat tersebut, polisi mengonfirmasi tiga hotel kelas atas di sentral Kolombo yang juga menjadi target ledakan. Yakni Hotel Shangri La, Cinnamon Grand, dan Hotel Kingsbury. Ketiganya dikategorikan sebagai hotel mewah di Ibu Kota Kolombo. Hampir bersamaan dengan bom di tiga hotel, ledakan lain menghantam satu gereja di Kota Batticaloa, di timur Sri Lanka.

Ledakan yang ketujuh menghantam Hotel Tropical Inn, dekat Kebun Binatang Dehiwala di Dehiwala-Mount Lavinia. Kemudian selang beberapa menit usai ledakan ketujuh, ledakan kedelapan terjadi di sebuah rumah di area suburban Kolombo, tepatnya di Dematagoda

4. 10 Hari Sebelum Ledakan, Kepolisian Sri Lanka Sudah Merilis Adanya Ancama Teror

Sebelum terjadinya ledakan, kabaranya Otoritas keamanan Sri Lanka sudah menerima peringatan akan adanya rencana pengeboman jauh-jauh hari sebelumnya melalui “dinas intelijen asing”. Melalui sebuah unggahan di Twitter, Menteri Telekomunikasi Harin Fernando mengungkapkan bahwa surat intelijen itu sudah ditembuskan kepada penegak hukum Sri Lanka pada 11 April atau 10 hari sebelum kejadian, dan PM Wickremesinghe mengaku sudah menerima informasi tersebut. Hanya saja, dia menjelaskan bahwa dia tidak menerima informasi mengenai perkembangan terbaru. Oleh karena itu, dia menyatakan investigasi harus dilaksanakan secepatnya soal mengapa aparat tidak menindaklanjuti peringatan akan adanya serangan tersebut.

5. Delapan Orang yang Diduga Pelaku Teror Bom di Sri Lanka Telah Ditahan

Menteri Ranil Wickremesinghe menyatakan bahwa saat ini otoritas telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga mempunyai hubungan atas insiden ledakan bom. Kepada kantor berita AFP, Wickremesinghe menuturkan bahwa delapan nama yang ditangkap merupakan warga lokal. Namun, tidak tertutup kemungkinan jika ada keterlibatan orang asing di dalamnya.

Related posts