Ini Zat yang Terkandung di Briket Batu Bara, Penyebab Kematian Kim Jong-Hyun!

  • Whatsapp

Penggemar boyband Korea terkhusus boyband SHINee pastinya terkaget kaget dan sedih di minggu ini. Pada hari Senin tanggal 18 Desember, anggota boyband Korea Selatan SHINee diduga meninggal dunia akibat bunuh diri.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap, penyelidik meyakini Jong-hyun meninggal dunia akibat menghirup zat beracun. Dugaan ini diperkuat oleh temuan barang bukti berupa briket batubara yang tengah dipanggang di penggorengan. Nah sebenarnya zat apa sih yang terkandung di briket batubara tersebut sampai-sampai bisa merenggut jiwa Kim Jong-Hyun? Yuk disimak baik-baik ya SmartGirl!

Read More

  1. Menggunakan Briket Batubara, Cara Bunuh Diri yang Tidak Menimbulkan Sakit?

copyright by tribunnews.com

Kim, yang lebih dikenal dengan nama Jong-hyun, ditemukan tak sadarkan diri di apartemen kontrakannya di kawasan Cheongdam-dong, bagian selatan Seoul, sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Setelah Jong-hyun dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia, aparat Korsel langsung melancarkan penyelidikan. Sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap, penyelidik meyakini Jong-hyun meninggal dunia akibat menghirup zat beracun. Dugaan ini diperkuat oleh temuan barang bukti berupa briket batubara yang tengah dipanggang di penggorengan.

Padahal, sebagaimana dipaparkan Dr Paul Yip Siu-fai, selaku direktur Pusat Riset dan Pencegahan Bunuh Diri di Universitas Hong Kong, bunuh diri dengan cara menghirup batubara tidak terasa sakit dan mudah, adalah mitos belaka.

BACA JUGA :  Umur Sudah Tidak Muda Tapi Ga Mau Keriput? Hindari 7 Kebiasaan Ini!

Hal senada diutarakan Profesor Dominic Lee Tak-shing yang juga meneliti bunuh diri di Hong Kong.

“Pengalaman itu menyesakkan dan sangat tidak menyenangkan. Proses (bunuh diri dengan cara menghirup asap batubara), membuat tubuh tidak mendapat oksigen, hampir sama seperti dicekik. Orang yang selamat mengatakan hal itu tidak mereka antisipasi atau pikirkan masak-masak sebelumnya,” ujarnya dalam laporan yang dimuat British Journal of Psychiatry.

Penyebab utama mengapa seseorang bisa kehilangan nyawanya dan menderita cedera saat menghirup batubara yang dibakar adalah karena batubara yang dibakar mengeluarkan karbonmonoksida (CO) yang beracun.

  1. Selain menimbulkan Penyakit paru-paru hitam, efek nya akan menimbulkan kematian!

copyright by google.com

Briket sebenarnya adalah suatu bahan yang bisa dibakar untuk membuat api dan mempertahankan nyala api. Briket pun ternyata cukup banyak macamnya seperti briket batubara yang ditemukan di ruangan Jonghyun SHINee, briket arang hingga briket gambut.

Saat dibakar briket bisa mengeluarkan asap yang mengandung karbonmonoksida yang cukup berbahaya saat kita hirup. Jadi jika Jonghyun memang sengaja membakar briket batubara di sebuah ruangan tertutup tentu saja hal itu bisa membuatnya kehilangan nyawa karena keracunan gas tersebut.

Riset Il Saing Choi dari Departemen Ilmu Saraf di Universitas Yonsei yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science, melibatkan hampir 3.000 pasien yang mengalami keracunan CO di Korsel pada 1979-1982.

Dari hampir 3.000 pasien yang mengalami keracunan CO, 243 orang mengalami penyakit saraf. Ada pula yang mengalami gagal ginjal, pendarahan usus, serta penumpukan cairan di paru-paru.

Apabila jumlah CO yang terhirup lebih dari kadar normal, CO akan mengikat hemoglobin—molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke organ-organ tubuh dan mengembalikan karbondioksida ke paru-paru.

BACA JUGA :  Selama Ini Sudah Cuci Muka Tapi Kok Tetap Kusam Ya? Nah Ini Dia 4 Tata Cara Cuci Muka yang Benar!

Akibatnya, organ-organ tubuh gagal berfungsi, tubuh kekurangan oksigen, dan keracunan CO.

Keluhan paparan CO ini beragam, dari tingkat rendah hingga tinggi. Di tingkat 20-40%, individu akan merasa pusing dan muntah, sedangkan di tingkat 70% koma dan kegagalan fungsi pernapasan bisa terjadi.

Related posts