“Udah, Pegang Batu Aja. Nanti Mulesnya Hilang Kok!”

  • Whatsapp

Di Indonesia, cerita unik lain yang masih kita sering dengar hingga saat ini adalah menghilangkan sakit perut dengan cara menggenggam atau mengantongi batu. Tanpa disadari cerita ini ternyata diam-diam sudah kita coba lakukan, dan memang terkadang hal itu bekerja…tapi juga ada yang malah tetap kelepasan sih.

 

Read More

1.Dari mana sebenarnya asal penggunaan batu?

Hal ini bisa dikatakan berhubungan dengan kebiasaan manusia zaman dulu ketika berada pada Zaman Batu. Yaitu kebiasaan manusia untuk menggunakan batu dalam segala macam aktifitas sehari-hari. Dari memasak, membuat rumah, hingga meramu obat. Hal ini jugalah yang berlaku ketika aktifitas yang dilakukan berhubungan dengan penghentian rasa sakit. Itulah awalnya mengapa bisa batu dijadikan salah satu pereda sakit. Namun tentu saja ketika hal ini dibawa ke masa yang semakin modern, akan dikatakan tidak relevan, karena memang kita bukan lagi ada di zaman batu. Inilah yang menyebabkan kebiasaan ini masuk dalam cerita turun-temurun yang terdengar aneh.

 

2.Bagaimana hubungan batu dan hilangnya sakit perut?

Hal yang paling cepat disadari dari adanya batu ini adalah pikiran kita yang awalnya fokus ke sakit perut, perlahan terbagi ke yang lain. Sehingga otak kita dalam meproses sakit tersebut tidak akan sepenuhnya lagi terpusat pada keinginan untuk buang hajat, karena ketika kita diminta untuk menggenggam batu, jutsru yang menjadi fokusnya adalah, ‘kok bisa pegang batu?’ . ‘kenapa batu?’, ‘memangnya benar bisa?’. Nah, hal ini dipercayai bisa mengurangi mules atau ingin buang hajat yang tengah dirasakan, karena pada dasarnya otak kita mulai sedikit melupakan si rasa sakit, dan mulai mengingat adanya si batu.

BACA JUGA :  Over Serem Nih! Smartgirl Tau Nggak Sih Kisah Hantu Dosen Yang Berkeliaran Di Kelas-Kelas? Katanya Tinggi dan Tanpa Suara!

 

3. Anggap saja melatih kekuatan otot.

Pemikiran lain yang disinyalir dari kebiasaan unik ini adalah untuk merangsang ketahanan otot anus yang kita miliki. Ketika awalnya otot yang ada sangat sensitive terhadap rangsangan rasa mules, setelah kemudian dibiasakan teralihkan oleh genggaman batu ini, maka ke depannya disinyalir tidak akan sesusah itu untuk menahan barang beberapa menit hingga bisa sampai di tempat yang dituju.

 

Pasti selalu ada alasan di balik kebiasaan unik yang dipunya masyarakat Indonesia. Dan semuanya nggak semata-mata omong doang lho, Smartgirl, tapi juga penuh dengan indikasi baik dan aksi preventif!

Related posts