Jangan Buru-buru Bleaching Gigi. Baca Dulu Resikonya Yuk.

Perubahan warna pada gigi akibat makanan ataupun minuman yang dikonsumsi terkadang memang bikin nggak nyaman. Apalagi kalau harus berbicara di hadapan umum, maka keadaan gigi yang berubah warna menjad kuning ataupun memiliki plak bisa bikin rasa percaya diri menjadi turun. Karena itu sebagian orang kemudian memutuskan untuk mengatasi hal ini dengan cara belaching. Pada dasarnya belaching ini berarti pemutihan. Karena itu biasa juga dilakukan pada rambut ketika kmelakukan pewarnaan, atau pada kulit agar terlihat lebih bersih. Bleaching pada gigi sendiri biasanya dilakukan dengan memberi hidrogen peroksida sebagai bahan kimia untuk memutihkan email gigi.

Walaupun bleaching pada gigi ini merupakan sesuatu yang aman, namun ternyata bukannya tanpa resiko ya, Smartgirl. Karena itu yuk simak duluresikonya dengan cermat sebelum kamu memutuskan untuk melakukan bleaching.

Read More

1. Kamu merasakan nyeri.

http://thenaturalpenguin.com

Nyeri ini akan muncul diakibatkan karena saraf-saraf yang ada di bagian gigi tersentuh oleh bahan kimia dari bleaching. Biasanya bakal muncul dalam kurun satu sampai dua hari setelah kamu menjalani proses tersebut. Lamanya rasa nyeri ini biasanya tergantung lagi pada kondisi amsing-masing gigi di setiap orangnya, juga dipengaruhi oleh proses penyinaran oleh laser ketika pengerjaan.

2. Gigi lebih sensitif.

https://www.dentalplans.com

Salah satu yang akan kamu rasakan pasca perawatan bleaching gigi adalah semnsitifitas gigi yang makin tinggi. Apalagi kalau kamu harus berhadapan dngan makanan panas dan dingin, maka akan muncul rasa ngilu. Bahan peroksida yang digunakan memang susah akur terlebih lagi bagi kamu yang punya gigi sensitif, maka rasa ngilunya akan terasa lebih kuat.

3. Rusaknya sturktur gigi.

http://www.evenimenteoradea.ro

Zat kimia yang digunakan akan beroksidasi selama proses belaching gigi berlangsung. Hal ini akan mempengaruhi struktur gigimu, karena memang zat tersebut langsung menyentuhnya tanpa perantara. Hal ini menyebabkan jaringan gigimu jadi lebih rapuh dan lebih mudah rusak. Salah satunya adalah munculnya karies atau lubang pada gigi.

4. Rusaknya jaringan lunak pada mulut.

https://www.cultbeauty.co.uk

Zat kimia yang digunakan pada proses bleaching adalah zat aktif yang seharusnya memang tidak boleh bersentuhan langsung dengan jaringan mukosa lunak pada mulut. Nah, pada kasus tertentu bisa saja hal ini terjadi jika saja teknisi yang menangasi proses bleaching tersebut tidak hati-hati. Kerusakan jaringan ini bisa menyebabkan luka dan sariawan.

5. Resiko rusak saraf.

https://jnynita.com

Jika kamu memiliki gigi yang berlubang, maka wajib hukumnya untuk ditambal dulu sebelum memulai proses bleaching. Keadaan gigi yang berlbang akan mengakibatkan zat kimia bleaching masuk sampai ke bagian pulpa gigi, yaitu daerah yang semuanya dipenuhi oleh saraf.

 

6. Gigi kembali kuning lagi.

https://jnynita.com

Perawatan bleaching bukanlah sesuatu yang permanen. Karena itu ketika nanti kamu sudah makan minum seperti biasa lagi, maka kontak gigi dengan bahan-bahan yang membuat warnanya pudar akan terjadi lagi. Maka dari itu biasanya bleaching dilakukan secara berulang, untuk kembali menghilangkan noda di gigi.

Beauty is pain, indeed. Tapi jangan lupa untuk tetap cermat ya Smartgirl. Terutama dalam memutuskan perawatan tubuh. Perhatikan juga bagi kamu yang punya riwayat gigi berlubang dengan tambalan yang parah. Perawatan belaching ini akan lebih beresiko bagi gigimu. Kamu juga harus memastikan dulu apakah kamu memiliki alergi terhadap zat kimia peroksida atau tidak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.